Imlek Bukan Penyebab Angin Puting-Beliung Dan Hujan

  • Whatsapp
Imlek Bukan Penyebab Angin Kencang dan Hujan  Imlek Bukan Penyebab Angin Kencang dan Hujan
Imlek Bukan Penyebab Angin Kencang dan Hujan ( ilustrasi by. www.langitallah.com )

 

Imlek Bukan Penyebab Angin Kencang dan Hujan

Assalamu ‘alaikum wa Rahmatullahi wa Barakatuh
LangiAllah.com Sebuah kepercayaan orang – orang terdahulu kita perihal sesuatu kadang disampaikan dalam bentuk yang kurang logis. Kepercayaan perihal datangnya topan yang disertai dengan hujan bagi mereka yaitu membuktikan bahwa perayaan hari imlek akan segera datang. Kepercayaan ini terus diturun temurunkan hingga ke anak cucu yang bahkan berakibat banyak orang yang lebih meyakini tanda kedatangan imlek ini dibanding menyerahkan segala keadaan ini pada kehendak Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Kepercayaan yang terus menerus dipeliharan akan meningkat menjadi sebuah keyakinan. Keyakinan yang terus menerus diturunkan hingga hingga ketika ini masih banyak orang (termasuk sebagian umat muslim sendiri) yang menganggap kedatangan imlek (hari raya cina) selalu ditandai dengan topan dan hujan. Lalu bagaimana menyikapi ini? Apakah dalam aliran Islam pernah disebutkan bahwa Imlek adalah penyebab Angin Kencang dan Hujan?

Read More

Berbicara perihal kepercayaan dan keyakinan manusia, tentunya dua kata ini berbeda arti dan makna. Di dalam kamus Wikipedia, kepercayaan merupakan suatu keadaan psikologis pada ketika seseorang menganggap seseuatu itu benar. Sedangkan keyakinan adalah suatu perilaku yang ditunjukkan oleh insan ketika ia merasa cukup tahu dan menyimpulkan bahwa dirinya telah mencapai kebenaran. Nah, lantaran keyakinan hanya merupakan suatu sikap, maka keyakinan seseorang itu tidak selalu benar, atau sanggup dikatakan bahwa dengan keyakinan semata bukanlah jaminan sebuah kebenaran. Contohnya, dahulu pernah diyakini bahwa Bumi yaitu sebagai sentra tata surya, namun berkat perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, belakangan diketahui bahwa keyakinan itu ternyata keliru.

Mungkin kita semua pernah mendengar bahwa orang – orang selalu menghubung – hubungkan antara hujan, angin dan imlek. Na’udzubillahi minzalik, keyakinan menyerupai ini sangat berbahaya dan harus segera ditinggalkan. Dalam aliran Islam tidak pernah menghubung-hubungkan tanda – tanda hujan dan angin terhadap kedatangan sesuatu kecuali atas kehendak Allah Subhanahu wa Ta’ala. Orang yang suka menghubung – hubungkan antara hujan, angin dan imlek sudah menyentuh kasus Aqidah kita. Maka berhati – hatilah dengan kepercayaan ini, apalagi hingga meyakininya, konsekuensinya bisa berakibat rusaknya aqidah kita.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mengabarkan perihal kufurnya seorang (hamba) yang menyandarkan turunnya hujan dengan keberadaan bintang. Di dalam hadits Qudsi disabdakan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :

“Di antara hamba-Ku ada yang menjadi beriman kepada-Ku dan ada pula yang kafir. Adapun yang mengatakan, “Kami telah diberi hujan lantaran keutamaan dan Rahmat Allah”, maka itulah orang yang beriman kepada-Ku dan kafir terhadap bintang-bintang. Sedangkan bagi yang mengatakan, “Kami telah diberi hujan dengan bintang ini dan bintang itu”, maka itulah orang yang kafir kepada-Ku dan beriman kepada bintang-bintang.” [HR. Bukhari dan Muslim].

Maka bertaqwalah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dalam hadits di atas Allah sendiri yang menghakimi seseorang telah berbuat kafir kalau mempercayai sesuatu benda sebagai penyebab datangya Rahmat Allah. Syaikh Shalih Fauzan hafizhahullah berkata perihal hadist di atas, “Dahulu orang-orang jahiliyah menisbatkan hujan kepada terbit atau terbenamnya suatu bintang. Mereka menyangka bahwa kalau ada bintang tertentu yang terbit atau karam maka akan turun hujan”.

Para insan yang termasuk pada golongan yang dimaksud oleh hadits di atas telah berkeyakinan bahwa hujan yang turun dari langit yaitu disebabkan oleh adanya bintang ini dan bintang itu, dan kasus turunnya hujan tersebut tidak mereka nisbatkan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Jelas Ini yaitu bentuk – bentuk kekufuran manusia, alasannya yaitu mereka telah menyandarkan Nikmat Allah pada makhluk yang tak bisa berbuat apa – apa. Kepercayaan dan keyakinan yang keliru ini merupakan bentuk kesyirikan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dan tiap – tiap orang yang berbuat musyrik yaitu golongan orang – orang yang kafir kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Bertaqwalah kepada Allah Ta’ala, alasannya yaitu turunnya hujan merupakan kehendak Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dia-lah Tuhan yang menggerakkan angin, dan megumpulkan awan – awan, serta menurunkan hujan di antara awan – awan tersebut, kapan dan dimana saja Allah Berkehendak. Sebagai muslim yang bertaqwa, kita hanya patut meyakini Allah Sang Maha Berkehendak. Dia juga lah yang menahan air hujan sesudah menurunkannya ke bumi. Wallahu a’lam bishshawab.

Imlek Bukan Penyebab Angin Kencang dan Hujan  Imlek Bukan Penyebab Angin Kencang dan Hujan

Sahabat LangitAllah.com, demikianlah artikel “Imlek Bukan Penyebab Angin Kencang dan Hujan”. Kami berharap semoga artikel ini bermanfaat bagi sobat sekalian. Dan demi kelangsungan ibadah dakwah, tentunya kami sangat berharap tugas kita semua supaya jangan hanya kita saja yang memahami ilmu dan aliran Islam ini. Mari kita bagikan dan teruskan ilmu ini kepada sobat seiman kita yang mungkin saja masih banyak yang belum memahami ilmu ini. Semoga dengan perjuangan kecil dan ringan ini sanggup menjadi sumber pahala Jariyah bagi kita semua.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman di dalam Al Qur’an pada Surah Al Ashr :

“Demi Masa (1); Sesungguhnya Manusia itu benar-benar dalam kerugian, (2); kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh dan nasehat menasehati supaya menaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran (3)”.  [QS. Al Ashr : 1-3].

Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala membalasnya dengan pahala Jariyah serta kita tidak tergolong ke dalam golongan insan yang merugi, sebagaimana kandungan surah Al Ashr di atas. Wallahu A’lam Bishshawab. [Tim Redaksi LangitAllah.com]

Sumber : banyak sekali sumber

Label : Aqidah, Tauhid, Muhasabah, Hujan, Angin, Imlek, Imlek Bukan Penyebab Angin Kencang dan Hujan

Related posts